DAMPAK
KONFLIK SOSIAL
1. Dampak Positif
Konflik sosial yang kalian temui
di lingkungan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Menurut Harskamp
(2005), dijelaskan bahwa konflik yang ada di masyarakat dianggap sebagai
perjuangan dari nilai-nilai atau status, kekuasaan, dan sumber daya yang dapat memenuhi
fungsi-fungsi positif, antara lain:- Konflik dapat mendamaikan
kelompok-kelompok yang saling bersaing
- Mengarahkan pihak-pihak yang
sedang berjuang untuk mengekspresikan identitas mereka sendiri.
- Mengurangi ketidakpastian
dengan menjaga batas-batas kelompok.
- Mendorong suatu kelompok untuk
mencari nilai-nilai dasar.
- Konflik dapat mendamaikan kelompok-kelompok yang saling bersaing
- Mengarahkan pihak-pihak yang sedang berjuang untuk mengekspresikan identitas mereka sendiri.
- Mengurangi ketidakpastian dengan menjaga batas-batas kelompok.
- Mendorong suatu kelompok untuk mencari nilai-nilai dasar.
Darwin, Freud, dan Mark yang dikutip dari Pruitt (2011), menguraikan fungsi positif dari adanya konflik adalah sebagai berikut:
b. Sebagai Tempat Awal Terjadinya Perubahan Sosial
c. Konflik Dapat Mempererat Persatuan Kelompok.
3. Dampak
Negatif
Konflik sosial selain memiliki dampak positif juga ada dampak negatif. Adapun dampak negatif adanya konflik sosial adalah:
a. Perpecahan
b. Permusuhan
Permusuhan dapat terjadi jika konflik tidak dapat diselesaikan dengan baik. Konflik tersebut dapat terjadi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok. Begitu juga dengan permusuhan dapat terjadi pada individu satu dengan individu yang lain. Sebagai contohnya, konflik antarkelompok dalam memperebutkan tanah. Konflik sengketa tanah seperti pada gambar di bawah, dapat menimbulkan permusuhan antarkelompok. Hal ini dikarenakan, antarkelompok saling memperjuangkan hak untuk memperoleh tanah mereka. Oleh karena itu perlu ada pihak ketiga untuk memberi solusi dan mendamaikan konflik tersebut.
c. Kekerasan
Kekerasan merupakan suatu ekspresi yang dilakukan oleh individu maupun kelompok, dimana secara fisik maupun verbal menunjukkan Tindakan agresi dan penyerangan pada kebebasan atau martabat.
Perubahan kepribadian dalam diri seseorang dapat terjadi akibat adanya konflik. Hal ini dikarenakan adanya gangguan dalam hubungan sosial maupun adanya rasa kekecewaan dalam diri seseorang. Oleh karena itu, individu yang mengalami tekanan secara psikologis dapat melakukan perubahan kepribadiannya. Sebagai contohnya, seorang anak yang kedua orangtuanya bercerai
e. Jatuhnya Korban
Konflik sosial yang terjadi di masyarakat dapat menjatuhkan korban. Jatuhnya korban dapat berupa harta benda, berbagai sarana dan prasarana, bahkan nyawa seseorang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar