BAHAN MULTIMEDIA 3
SELAMAT BELAJAR
Assalamualaikum anak2... Pada pertemuan kali ini adala pertemuan terakhir bab 3 ya....
Pembahasannya adalah tentang penulisan laporan dari penelitian geografi.
Dalam penelitian, untuk menulis
hasil laporan penelitian diperlukan tatanan yang baik dan benar. Di mana untuk
menulis laporan penelitian harus memperhatikan beberapa hal.
Bagian pembukaan terdiri atas lima
komponen, di mana komponen-komponen tersebut harus disusun secara urut, sebagai
berikut.
a. Judul
Penelitian
Judul penelitian merupakan cerminan
dari topik penelitian yang dirumuskan dalam bentuk kalimat secara singkat,
padat, komunikatif, jelas, dan bisa ditangkap dalam pandangan sekilas.
Judul harus objektif dan sesuai
dengan masalah yang diteliti. Penentuan judul sebenarnya sudah dirumuskan pada
waktu menyusun rancangan penelitian. Jadi tinggal memindahkan rumusan ke
halaman judul.
b. Kata
Pengantar
Kata pengantar berisi keterangan
dari penulis mengenai tulisannya. Isi dari keterangan kata pengantar biasanya
pendek dan tidak lebihdari satu halaman menjelaskan mengapa sasaran penelitian
dipilih oleh peneliti.
Pada bagian kata pengantar ini, bisa
dimuat ucapan terimakasih kepada setiap pihak yang memberi bantuan sejak
perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan penelitian.
Pada akhir kata pengantar dibubuhkan
keterangan tanggal, bulan, dan tahun penulisan, nama lengkap peneliti atau
penulis.
c. Daftar Isi
Daftar isi menunjukkan bagian-bagian
dari laporan dan hubungan antara satu bagian dan bagian yang lain.
Daftar isi sangat penting bagi
pembaca, sebab bisa membantu untuk melihat secara analitis isi laporan secara
keseluruhan.
Melalui daftar isi, pembaca bisa
dengan mudah menemukan bagian-bagian mana yang dianggap penting tanpa harus
membaca seluruh laporan penelitian.
d. Daftar Tabel
Daftar tabel memuat judul-judul
setiap tabel yang ada dalam laporan penelitian. Daftar tabel disusun berurutan
sesuai nomor setiap tabel.
Daftar ini juga memuat keterangan
atau judul gambar/ilustrasi/diagram/peta yang ada dalam laporan penelitian.
Pada bagian isi laporan penelitian
berisi hal-hal yang mengarah kepada hasil yang dilakukan dalam penelitian
tersebut, di mana dalam isi laporan penelitian ini terdapat enap komponen.
Adapun komponen dalam isi laporan ini, sebagai berikut.
Selengkapnya...
- Bab I Pendahuluan
A. Latar belakang penelitian/masalah.
B. Identifikasi masalah.
C. Maksud dan tujuan penelitian.
D. Manfaat penelitian.
- Bab II Landasan Teori
A. Telah pustaka.
B. Landasan teoritik.
C. Hipotesis
- Bab III Metodologi Penelitian
A. Identitas variabel.
B. Populasi dan penentuan sampel penelitian.
C. Metode pengumpulan data.
D. Model analisis dan teknik analisis (apabila menggunakan statistik)
- Bab IV Hasil Penelitian / Pembahasan
- Bab V Analisis Data
A. Latar belakang objek penelitian.
B. Analisis data.
Pada bagian penutup terdiri atas
daftar pustaka, lampiran-lampiran yang perlu untuk dilampirkan, dan indeks.
Adapun bagian tersebut secara rinci sebagai berikut.
a. Daftar
Pustaka
Disusun keterangan mengenai buku-buku
atau laporan-laporan yang digunakan dalam penelitian.
Lampiran-lampiran memuat hal-hal
yang dirasakan perlu untuk diikutsertakan dalam laporan hasil penelitian
seperti surat-surat izin, tabel-tabel, dan grafik-grafik, format instrumen, dan
unsur lain yang dirasa perlu untuk menunjang hasil penelitian yang disampaikan.
Indeks disusun per istilah yang
digunakan dalam laporan penelitian. Penyusunan dilakukan menurut urutan abjad
Sekarang silahkan kalian klik link di bawah ni untuk latihan.
RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Madrasah : MA Al Fatich
Mata Pelajaran : Geografi
Kelas/Semester : X /Ganjil
Materi Pokok : Konsep Geografi
|
Kompetensi Dasar |
Indikator Pencapaian Kompetensi |
|
3.1 Memahami pengetahuan dasar geografi
dan terapannya dalam kehidupan sehari-hari 4.1 Menyajikan contoh penerapan
pengetahuan dasar geografi pada kehidupan sehari-hari dalam bentuk tulisan |
3.11Menentukan konsep geografi 4.11Membuat artikel karya sendiri
tentang penerapan konsep atau prinsip geografi |
DAMPAK
KONFLIK SOSIAL
Darwin, Freud, dan Mark yang dikutip dari Pruitt (2011), menguraikan fungsi positif dari adanya konflik adalah sebagai berikut:
3. Dampak
Negatif
Konflik sosial selain memiliki dampak positif juga ada dampak negatif. Adapun dampak negatif adanya konflik sosial adalah:
a. Perpecahan
b. Permusuhan
Permusuhan dapat terjadi jika konflik tidak dapat diselesaikan dengan baik. Konflik tersebut dapat terjadi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok. Begitu juga dengan permusuhan dapat terjadi pada individu satu dengan individu yang lain. Sebagai contohnya, konflik antarkelompok dalam memperebutkan tanah. Konflik sengketa tanah seperti pada gambar di bawah, dapat menimbulkan permusuhan antarkelompok. Hal ini dikarenakan, antarkelompok saling memperjuangkan hak untuk memperoleh tanah mereka. Oleh karena itu perlu ada pihak ketiga untuk memberi solusi dan mendamaikan konflik tersebut.
c. Kekerasan
Kekerasan merupakan suatu ekspresi yang dilakukan oleh individu maupun kelompok, dimana secara fisik maupun verbal menunjukkan Tindakan agresi dan penyerangan pada kebebasan atau martabat.
Perubahan kepribadian dalam diri seseorang dapat terjadi akibat adanya konflik. Hal ini dikarenakan adanya gangguan dalam hubungan sosial maupun adanya rasa kekecewaan dalam diri seseorang. Oleh karena itu, individu yang mengalami tekanan secara psikologis dapat melakukan perubahan kepribadiannya. Sebagai contohnya, seorang anak yang kedua orangtuanya bercerai
e. Jatuhnya Korban
Konflik sosial yang terjadi di masyarakat dapat menjatuhkan korban. Jatuhnya korban dapat berupa harta benda, berbagai sarana dan prasarana, bahkan nyawa seseorang.
UPAYA PENYELESAIAN KONFLIK SOSIAL
Konflik adalah bagian dari dinamika sosial yang selalu melekat dalam kehidupan setiap masyarakat. Sebagai gejala sosial, konflik hanya akan hilang bersama hilangnya masyarakat itu sendiri. Maka, yang dapat kita lakukan adalah mengendalikan agar konflik tersebut tidak berkembang semakin parah menjadi kekerasan.
Pada umumnya masyarakat memiliki sistem atau mekanisme untuk mengendalikan konflik di dalam masyarakat itu sendiri. Beberapa sosiolog menyebutnya sebagai katup penyelamat (safety valve), yaitu mekanisme khusus yang dipakai untuk mempertahankan kelompok dari kemungkinan konflik. Pakar sosiologi Lewis A. Coser melihat katup penyelemat sebagai solusi yang dapat meredakan permusuhan antara dua pihak yang berlawanan dalam suatu masyarakat.
Secara umum, ada tiga macam bentuk pengendalian konflik sosial, yaitu konsiliasi, mediasi, dan arbitrasi.
Konsiliasi disini didefinisikan sebagai bentuk pengendalian konflik yang dilakukan melalui lembaga-lembaga tertentu untuk memungkinkan diskusi dan pengambilan keputusan yang adil di antara pihak-pihak yang bertikai. Kemudian, pengendalian konflik dengan cara mediasi dilakukan apabila kedua pihak yang berkonflik sepakat untuk menunjuk pihak ketiga sebagai mediator. Pihak ketiga ini akan memberikan pendapatnya mengenai cara terbaik dalam menyelesaikan konflik mereka.
Terakhir, arbitrasi umumnya dilakukan apabila kedua belah pihak yang berkonflik sepakat untuk menerima atau terpaksa menerima hadirnya pihak ketiga yang akan memberikan keputusan terbaik untuk menyelesaikan konflik.
Georg Simmel menyatakan bahwa ada cara lain yang dapat digunakan dalam upaya menyelesaikan konflik, yakni: